Monday, 30 April 2018

masih ingin

aku masih ingin mencintaimu dengan semua caraku ..
Masih teringat caraku mencintaimu, saat hujan turun menemani hangatnya caramu bercerita. Menyusuri basahnya perjalanan setelah banyak berceloteh tak penting dibawah rindangnya pepohonan menutupi kayu yang dihiasi jerami diwaktu itu. Masih terbayang senyumanmu yang sampai saat ini aku ingat, masih pula tersimpan janji yang tidak bisa aku tepati sampai saat ini, juga masih terus ku simpan caraku mencintaimu dalam cerita caranya mencintaimu.
Bagaimana aku membuatmu jatuhkan hati padaku, walau saat hujan turun menutupi pandangan yang tak sekalipun menutupi cara pandangku padamu.
Sore itu aku susuri jalan yang pernah kita lewati, jauh waktu yang terlewat sejak saat itu dan sekarang aku tak bisa lagi melihat caramu tersenyum untukku.
Melihat bagaimana kau mencintaiku, kemudian melepaskanku dalam sebuah jawaban yang tak pernah aku lupa selama aku berjalan menyusuri hujan. Cintamu dan caraku, berbeda dan tetap sama. Janjiku dan jawabanmu yang tetap ada dalam cerita hidup juga cerita hidup tentangnya yang mencintaimu dengan caranya.
Aku mencintaimu dengan caraku sampai dengan menyayangimu dengan caraku, lalu tak berakhir walau kau tak lagi menerima caraku memperhatikanmu.

Continue reading masih ingin

Tuesday, 13 March 2018

tuhan, aku marah !! ( catatan 5oktober2010 )

Langit gelap menahan awan putih yang ingin terang dalam kesunyian malam, berniat temani bintang yang terang sendirian dalam legamnya udara kehampaan diujung penantian kematian. Disini hanya terdiam dalam gulungan rumput-rumput kering yang mati, menatap langit gelap yang tak akan pernah tampakkan cahayanya.
Aku ingin terbang dan tak ingin kembali pada kehidupan, aku ingin menghilang dalam kesunyian malam dan tak ingin lagi kembali dalam keadaan ramai, aku ingin lenyap dalam kesendirian dan mati dalam kesedihan, kepenatan ini akan tetap ada sampai dunia berakhir, kehampaan ini tak akan pernah hilang sampai tuhan tau bahwa aku mengeluh pada semua takdirnya.
Kenapa harus ada hidup seperti ini, hidup yang ku anggap kotoran yang terinjak-injak oleh manusia dan dilalap oleh hembusan angin yang melemparnya jauh hingga mengering. Hidup ini tak pernah baik untukku tuhan, aku mengeluh dengan semua keadaan yang mulai tak menguntungkan bagiku. Mengapa kau ciptakan dan lahirkan aku melalui seorang wanita yang hanya akan diberi rasa sakit olehmu, mengapa tak kau cabut saja nyawaku agar semua selesai dan aku akan benar-benar bicara denganmu tentang apa yang terjadi pada wanita yang melahirkanku.
Buat apa aku berjalan dengan banyak duri seperti ini bila kau tak memberiku sedikit saja pijakan yang membuatku nyaman berdiri diatasnya, kau hanya memikirkan kepuasan melihat salah satu makhlukmu terus mengeluh tanpa henti padamu. Mungkin kini kau sedang tertawa dan tak akan merubah semua kepenatan ini.

Continue reading tuhan, aku marah !! ( catatan 5oktober2010 )

Monday, 12 March 2018

berpalinglah kenyataan

Malam ini seperti malam tahun lalu, masihkah kamu berpaling dari kenyataan? Kenyataan yang membuatmu terus menghindariku, kenyataan dimana semua yang kamu tutupi sudah tak bisa lagi menjadi hal yang tersembunyi.
Semua memang tak berjalan dengan yang selalu kita harapkan, karna memang sudah tertulis semua dalam rencana sang pencipta raga dan jiwa. Masihkah kamu melawan apa yang seharusnya kamu dapatkan?masihkah kamu melawan semua persembahan rasa yang terus kita bangun dulu?masihkah kamu terus membuka mata agar tak lagi diam dalam mimpi itu?
Tak pernah ada nada lagi, karna tak ada lagi alunan gitar yang mengiringi saat ku bernyanyi dan Kenyat slalu namamu. Masihkah kamu berpikir bahwa laguku tetap untukmu?masihkah kamu sadari bila semua lirik yang aku tulis menjadikanmu peran terbaik dan utama dalam setiap kata?
Palingkan diri dari semua kenyataan malam ini, karna lampu malam masih terus menyala membawa mimpi-mimpi indah yang dulu kita bangun. Walau sampai aku terbangun dulu dari impian itu.

Continue reading berpalinglah kenyataan

Sunday, 25 February 2018

Jalan dimana kamu dan aku berpaling dari kenyataan


Menemukanmu hatimu adalah hadiah yang paling aku tunggu selama ini, menemukan besarnya cintamu adalah ciptaan tuhan yang paling aku inginkan. Tak sulit membuatku menjatuhkan semua padamu,bahkan menumpuk smua yang telah ku susun rapi sejak lama. Kamu mengisi ruang kosong yang tak pernah ku isi selama ini, ruang kosong yang tak pernah aku lihat dan tak pernah berusaha aku buka untuk sebuah hati yang aku tunggu.
Aku menemukan senyumanmu kemudian mencari dimana tawamu, tawa yang ingin sekali ku dengar tepat dekat telinga dan tepat dimataku. Andai kamu menyadarinya, saat suara masih bisa menemukan suaranya, saat siulan masih menemukan nadanya, saat mulut masih menemukan bahasanya, dan saat kata masih menemukan arti dari semua pandangan matanya.
Taukan kamu mengapa begitu cepat aku jatuhkan semuanya walau tak pernah melihat matamu?
Mungkin kamu tau mengapa tangan ini begitu mudah memberikan semua hal terindah dalam otakku pada seorang yang tak pernah ku pandang matanya. Aku jatuh cinta saat hari pertama mendengar tata bahasa yang ku dengar, bahkan saat langit mulai gelap. 

Bolehkan aku berpendapat?
Kamu itu sebuah buku yang kosong dan bila harus aku isi maka aku isi
Kamu itu sebuah buku yang kosong dan bila harus aku baca maka akan terus aku baca
Kamu itu sebuah buku yang kosong dan bila harus ku gambar maka akan aku gambar semua anugrah tuhan yang paling indah untukmu
dan bila kamu adalah sebuah buku yang kosong, maka tak akan pernah ada lagi yang membuatmu terbuka selain aku.

Continue reading Jalan dimana kamu dan aku berpaling dari kenyataan

Friday, 21 April 2017

Malam Hujanku


Malamku tetaplah hujan malamku, malamku tetaplah malam sepiku, malamku tetaplah malam ditengah terowongan rintik hujan bersiul merdu.
Hujan tak berhenti sampai dini hari, bahkan sampai tanah basah kuyup disiram oleh air dari langit. Rasa dingi yang terasa dalam hati menjalar keluar rumah dengan basahnya dedaunan dan rerumputan. Rasa ingin melihat keluar, rasa ingin sengaja terguyur hujan malam ini. Melihat semua terasa segar akan guyuran air itu membuat hati ini inginkan kesegaran yang didapat makhluj tuhan diluar. Bersamaan merasakan segarnya air hujan, merasakan hangatnya kebersamaan dengan semua yang dedaunan itu rasakan.
Kini lihatlah aku merasa cemburu pada dedaunan yang basah bersamaan ranting dan seluruh bagian dari pohon, merasa cemburu pada kebersamaan rerumputan dan tumbuhan-tumbuhan parasite lainnya. Aku yakin mereka merasa hangat saat harus diguyur oleh air sedingin itu. Tetap bersama walau melewati dinginnya udara malam, dan tetap bersama melewati malam dengan guyuran hujan yang belum berhenti sejak petang tadi.
Kini lihatlah aku yang merasa sendiri tanpa seseorang yang selalu aku inginkan, tuhan belum memberikan salah satu asa dan citaku bersama dengan takdirku. Aku slalu berbicara pada diriku sendiri, takdir diciptakan oleh tuhan dan takdir akan ditentukan oleh diriku sendiri. Saat air hujan turun aku merasa itu akan berada diatas kepalaku bila aku putuskan untuk keluar dari atap surge kamarku.
Bila ku lantunkan lagu yang slalu memuji kesederhanaannya, terasa rindu pada semua senyuman yang dulu kudapat sejenak. Senyuman yang slalu ku inginkan dalam setiap harinya, senyuman yang slalu ku impikan hadir saat pertama ku buka mata ditengan embun pagi. Walau hanya sebua khayalan, namun aku akan tentukan itu untuk menjadi sebuah takdir yang tak mungkin orang percaya pada kenyataannya.
Coba kau lihat malamku, bergelimang dengan berbagai khayalan untuk tetap berjalan bersama dalam waktu yang panjang. Coba kau lihat malamku yang tak pernah diguyur hujan, karena semua hujan yang turun bukanlah untukku namun untuk makhluk yang memiliki rasa  bahagia. Coba kau lihat malamku yang tak akan pernah ada senyummu, apa jadinya hidupku tanpa senyuman yang slalu ku inginkan.
Indahnya melewati hujan denganmu, menyusuri pekatnya malam, melangka melewati terowongan gelap dan mencari setitik cahaya yang akan dibangun menjadi sinar yang menerangi kelamnya kehidupanku. Hidupku suatu perjuangan, cintaku suatu perjuangan yang tak akan berhenti sampai tuhan berkata lain. Hidupku slalu ku berikan pada jalan tuhan, walau sering kali jalan yang tuhan berikan tak seindah yang slalu ku bayangkan. Tapi tuhan memberikanku impian dalam jalan berbeda untuk terus melangkah pada arah yang telah ia janjikan untukmu. Hanyalah padamu arah yang aku sebut dengan kehidupan, tak peduli sesulit apapun namun aku akan tetap berjalan untuk langkah dan impian terbesarku.

Continue reading Malam Hujanku