Sunday, 4 August 2013

Keajaiban Tinta ditangan Manusia

Panas terik matahari yang menghembuskan debu-debu jalanan, udara yang gersang menghembus dan melewati lorong-lorong bawah kendaraan roda empat dijalanan yang berdebu. Keringat mengucur dari kening yang berlumuran debu padat karena berkreatifitas untuk pekerjaannya, hal yang amat mengesankan bagi setiap orang yang masih banting tulang untuk memenuhi kehidupan keluarganya dirumah.
Sering dianggap enteng, namun pekerjaan ini penuh dengan tantangan yang sangat berliku. Melebarkan alas yang terbuat dari papan triplek, mengasah pisau kecilnya, meniapkan lem perekat untuk hasil dari kreativitasnya dan menulis diatas nota yang menjadi tanda pembayaan bagi orang yang membutuhkan servicenya.
Kalau saja disetiap sudut jalan terdapat para kreatifitas ini, maka semua orang yang melintas dijalanan pasti akan terpukau dengan kemampuannya membuat stempel-stempel. Banyak orang mengira membuat stempel itu hanya memakai alat tehnologi yang sedang marak-maraknya sekarang, namun sebuah keajaiban dengan tangan-tangan ajaib yang bisa mengubah dunia. Para pengrajin stempel yang sering kita lihat dipingiran jalan ini memiliki keajaiban yang tidak pernah kita bayangkan sebagai manusia. Bekerja keras untuk menafkahi keluarga menadi motifasi tersendiri bagi para pengrajin ini.
Para pengrajin ini sudah sering tidak dikenal dikalangan orang, namun perannya dalam kehidupan berbinis, berorganisasi dan bermasyarakat sangatlah dominan. Apalagi orang yang sering sekali mensyahkan segala sesuatu dengan tanda tangan ditambah cap stempel, tanpa adanya stempel mungkin secara administratife, surat tidak akan sepenuhnya disetujui.
Sering sekali kita lihat diberbagai tempat, kita melihat ukiran kayu yang ditempelkan ke selembar kertas dan menghasilkan gambar ataupun logo. Itulah stempel yang dihasilkan oleh tangan-tangan manusia yang kreatif, meskipun sepele tapi cara pembuatannya yang sulit menjadi nilai plus bagi mereka para pengrajin stempel.
Meskipun panas, gerah, bosan, namun para pengrajin ini tetap menunggu setiap orang yang membutuhkan tenaga kreatifitas mereka dalam membuat stempel-stempel. Walau materi yang mereka dapat tidaklah banyak ataupun sepadan dengan banyaknya tenaga yang mereka keluarkan, namun kepuasan melayani dan membantu orang-orang yang butuh akan kreatifitasnya sudah membuat mereka merasa bangga karya-karyanya slalu dipakai oleh orang-orang yang memakai service mereka.
Jangan pernah menyepelekan pekerjaan ini, karena sulitnya proses pembuatan stempel yang biasa dan yang bagus sama-sama berat tingkat kesulitannya. Salah langkah sedikit saja sudah buat hasil keseluruhan jelek dan membutuhkan waktu lagi.
Tingkat kesulitan yang rentan pada kesalahan, panas terik menahan udara matahari, mengusap keringat yang mengucur dikening, hanya dengan harga Rp. 17.000 pengrajin ini dapat upah dari kucuran keringatnya.
Berankat dari rumah pagi hari, menyambut siapapun orang yang melewati tempatnya mencari nafkah. Meskipun panas, jarang ada yang membutuhkan pelayanannnya namun para pengrajin ini tetap menunggu setiap orang yang akan datang. Dengan wajah penuh doa, pengrajin stempel ini terus menunggu.
Dengan seritan pisau diatas cetakan logo yang akan dijadikan stempel, dengan membalurkan telunjuknya kesebuah lem, dan menunggu cetakannya selesai. Betapa teliti pengrajin ini menyelesaikan pekerjaannya membuat sebuah stempel, tak kenal lelah saat dia terletih untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Perjuangan hidup yang mengesankan bagi pekerjaan ini, karena keajaiban tangan manusia yang sangat magis bias mengubah segalanya.

0 Comments:

Post a Comment