Malam ini
aku terbangun sendiri bukan karena ku tak bisa memejamkan mata, tapi karena aku
terbangunkan oleh gemuruh angin yang tak mau pergi dari tubuh ini. Mimpiku tadi
telah mempertemukan sebuah pertanyaan yang telah langsung terjawab dengan
sendirinya, entah apa maksud dari pertanyaan tersebut tapi aku rasa semuanya
telah jelas. Aku masih menunggu sampai malam ini, namun tak pernah ada jawaban
atas semua pertanyaanku dan semua rasa yang telah ku simpan selama ini.
Sepertinya
aku mulai tak bisa melelapkan mataku pada sebuah mimpi yang indah kembali, aku
sangat terpuruk dan tak bisa menghilangkan satu nama itu. Nama itu tak lama
terukir dalam hatiku, namun entah dengan cara apa aku harus menghapus kenangan
yang begitu singkat saat bersamanya. Akh !! semuanya malah menambah beban
pikiran yang harusnya tak boleh ku tumpukkan dalam benak yang sudah penuh
dengan berbagai macam masalah yang harus benar-benar aku selesaikan dengan
tenang, aku hanya ingin menjadi orang yang terbaik untuknya.
Aku masih
menghisap dan mengeluarkan kepulan asap yang selama ini membuatku tenang, ini
sudah cukup membuatku bangga menjadi seorang manusia yang tak pernah mengenal
lelah. Aku tak ingin tersadar, karena aku masih ingin merasakan perasaan yang
indah meskipun tak dibalas dengan perasaan keyakinan yang ku rasakan kepadanya.
Entah semuanya adalah sebuah ujian disaat aku merasa membutuhkan semua
keindahan itu, aku hanya akan menerima semua yang menjadikanku orang terbaik
didunia. Cukup sudah dengan aku berpura-pura atas ketidak utuhan hatiku kini,
aku mulai merasa cemburu dengan kebahagiaan orang lain yang melewati hari-hari
dengan orang yang dicintainya.
Aku masih ingin bersamanya walau sudah tau bagaimana semua akan berakhir, namun akhir yang slalu aku banyangkan dalam lampu malam dari layar kecil ang slalu membuatku tersenyum hingga aku tertidur. Lampu malam itu masih terus temani mimpiku, mimpi yang tidak pernah mau aku akhiri sampai kapanpun.
Aku masih mau terus tertidur walau sendiri, aku tetap akan menjalani mimpi itu walau tak ada lagi peran utama dalam mimpi itu. Aku akan tetap menuliskan cerita dan kenangan saat aku masih merasakan hangatnya dekapan tubuhmu, nyamannya sandaran kepalamu, indahnya senyumannmu, dan suaramu yang menenangkan kerinduanku.

.jpg)
0 Comments:
Post a Comment