Semua perbuatan ataupun hal yang buruk pastilah tidak ada
yang mau merasakannya, meskipun itu sudah menjadi takdir dari sang pencipta
namun hal seburuk apapun pasti tidak akan ada yang menginginkannya. Saat kita
meninggalkan semua perintah tuhan untuk tidak melakukan hal yang buruk itu
sebenarnya bukan seluruhnya kehendak kita namun ada yang mendorong kita
melakukan hal itu. Ya dialah syetan yang telah lama dilaknat oleh-Nya.
Semua itu tidaklah otomatis kita lakukan bahkan tidak
langsung kita berfikir untuk melakukan semuanya, ada dorongan dari pihak lain
untuk melakukannya. Syetan punya begitu banyak cara agar kita terjerumus dalam
dunianya, saat kita yang sedang terjebak dalam kesunyian dunia karena hidup
yang susahpun bisa jadi cara syetan untuk mengajak kita pada dunia yang gelap
dan jauh dari kebaikan.
Mabuk, judi, narkoba, seks bebas atupun malah bisa saja
menghilangkan nyawa dengan bunuh diri. Itulah cara syetan membujuk kita menjadi
manusia yang jauh dari akhirat yang indah, tujuan manusia setelah hidup itu
hanya akhirat saja karena akhirat yang sesungguhnya bukan jadi tempat
syetan-syetan kelak. Syetan mendorong manusia utntuk melakukan perbuatan itu
karena syetan tidak mau hidup di neraka sendiri, maka dari itu ia membujuk kita
untuk menjadi manusia yang tak berakhlak dan jauh dari tuhannya.
Ia (syetan) menurut para ahli agama, telah berjanji pada
tuhan untuk selalu menggoda manusia selama hidupnya didunia sampai hari akhir
nanti. Terbayang oleh kita betapa panjangnya hidup manusia kalau hanya untuk
digoda oleh syetan sampai hancurnya dunia, apakah kita mau terus jadi bahan
godaan syetan?? Kalau harus dijawab pertanyaan tersebut pasti kita semua akan
jawab TIDAK!!!
Sebagai makhluk yang telah tuhan ciptakan sempurna dari
makhluk lain, seharusnya kita sadar akan gertakan dan ancaman yang telah
dijanjikan syetan untuk terus menggoda manusia agar jadi makhluk yang jauh dari
kebaikan. Hal itu bisa jadi jebakan untuk kita lebih dekat pada panasnya api
neraka.
Pernahkah kita bayangkan atau kita fikirkan kalau kita
adalah objek paling utama yang dijajah oleh syetan?? Dalam ibadah contohnya,
kita selalu merasa malas untuk bersujud
pada tuhan bahkan untuk mengingat tuhanpun selalu lupa. Mengerjakan
sesuatupun tidak jarang kita selalu jadi bahan bulan-bulanan permainan syetan,
yang lebih jauh kita jadikan contoh adalah yang menjadi wakil rakyat disana.
Bukankah sudah kewajiban untuk selalu membantu kesulitan rakyat namun
bantuannya malah dimasukan ke saku-saku mereka sendiri tanpa melihat lagi
keadaan rakyat. Itulah cara syetan untuk menjebak manusia yang punya kekuasaan
agar terjerumus pada panasnya api neraka. Semoga mereka selalu diampuni oleh
yag maha pemaaf, amin.
Kita lihat pada waktu fajar tiba, apa saat ini masih banyak
orang yang menyempatkan pergi ke mesjid??kalu harus dijawab sepertinya sudah
jarang sekali orang-orang untuk beribadah ke mesjid, banyak beralasan karena
pulang malam mengerjakan tugas dari tempat kerja atau tempat kuliah. Jangan
terlalu jauh pada konteks beribadah di mesjid, tapi lihatlah dulu apa masih
banyak orang yang tertidur di waktu shubuh

.jpg)
0 Comments:
Post a Comment