Thursday, 18 April 2013

Sekedar bermimpi saat waktuku habis


Sekedar bermimpi saat waktuku habis
Andai saja hidupku tak pernah adanya perkenalan dengan orang yang tiba-tiba kusayangi, mungkin sampai saat ini aku tak akan pernah memikirkan apa yang ingin ku lakukan untuk dia.
Andai saja hatiku ini peka akan adanya permainan hidup, sandiwara peristiwa dan mungkin saja sandiwara dalam rangka menghadapi waktu yang habis tersisa. Akan ada, akan dating dan juga waktu itu akan menghampiriku, entah besok atau lusa bahkan sekarang. Aku hanya menjamin kalau hidupku habis tanpa makna yang baik untuk orang-orang disekitarku.
Andai saja aku dilahirkan menjadi anak kedua, pastilah beban yang ku jalani tak akan seberat ini. Sebenarnya aku menjalani dengan senang, namun hal yang tak ku senang adalah makin bertambahnya orang-orang munafik dalam hidupku. Makin banyak kata-kata yang terdengar dari telingaku dan itu semua membuat ku panas, aku bagai hidup dipadang pasir yang tak ada air sedikitpun.
Andai aku dapat bertemu dengan teman-teman masa laluku, teman-teman masa sekolahku dan juga teman-teman masa dimana aku merasakan makna perjalanan bersama. Bukan hanya teman tapi aku tak akan lupa pada semua orang yang menganggapku musuh mereka, semua orang yang iri dengan apa yang kuraih dulu, semua orang yang  tak bisa menerima karakterku yang berbeda dengan orang yang lainnya.
Andai aku merasakan sakitnya dipukul orang, andai aku merasakan perihnya ditampar  orang yang benci padaku dan andai aku merasakan pedihnya tubuh yang dikerubuti oleh orang yang menginjak-nginjakku selama ini.
Andai aku dapat menjauhkan semua kenangan-kenangan indahku, kenangan terburuk yang pertama kalinya buat  aku menangis tanpa henti, kenangan yang amat menyenangkan dan buat semua yang indah menjadi amat buruk.
Andai aku dapat bertemu dengan semua orang yang telah buat aku kecewa, semua orang yang telah buat aku sedih, semua orang yang telah buat aku menderita dan semua orang yang telah membuat  pengkhianatan terbesar dalam hidupku.
Andai aku bisa membunuh mereka semua, andai aku dapat menusukkan sebuah pisau ke perut mereka, andai aku dapat menembakkan peluru perak agar menembus jantung sampai tak berdetak lagi, andai aku bisa membuat mereka sakit hati seperti sakitnya hatiku dulu. Entah kapan itu akan terjadi dalam hidupku???
Mungkinkah kalau itu semua terjadi aku akan tenang menatap indahnya kematian yang hitam dan kelam…..

0 Comments:

Post a Comment