Andai
saja hidupku tak pernah adanya perkenalan dengan orang yang tiba-tiba
kusayangi, mungkin sampai saat ini aku tak akan pernah memikirkan apa yang
ingin ku lakukan untuk dia.
Andai
saja hatiku ini peka akan adanya permainan hidup, sandiwara peristiwa dan
mungkin saja sandiwara dalam rangka menghadapi waktu yang habis tersisa. Akan
ada, akan dating dan juga waktu itu akan menghampiriku, entah besok atau lusa
bahkan sekarang. Aku hanya menjamin kalau hidupku habis tanpa makna yang baik
untuk orang-orang disekitarku.
Andai
saja aku dilahirkan menjadi anak kedua, pastilah beban yang ku jalani tak akan
seberat ini. Sebenarnya aku menjalani dengan senang, namun hal yang tak ku
senang adalah makin bertambahnya orang-orang munafik dalam hidupku. Makin
banyak kata-kata yang terdengar dari telingaku dan itu semua membuat ku panas,
aku bagai hidup dipadang pasir yang tak ada air sedikitpun.
Andai
aku dapat bertemu dengan teman-teman masa laluku, teman-teman masa sekolahku
dan juga teman-teman masa dimana aku merasakan makna perjalanan bersama. Bukan
hanya teman tapi aku tak akan lupa pada semua orang yang menganggapku musuh
mereka, semua orang yang iri dengan apa yang kuraih dulu, semua orang yang tak bisa menerima karakterku yang berbeda
dengan orang yang lainnya.
Andai
aku merasakan sakitnya dipukul orang, andai aku merasakan perihnya
ditampar orang yang benci padaku dan
andai aku merasakan pedihnya tubuh yang dikerubuti oleh orang yang
menginjak-nginjakku selama ini.
Andai
aku dapat menjauhkan semua kenangan-kenangan indahku, kenangan terburuk yang
pertama kalinya buat aku menangis tanpa
henti, kenangan yang amat menyenangkan dan buat semua yang indah menjadi amat
buruk.
Andai
aku dapat bertemu dengan semua orang yang telah buat aku kecewa, semua orang
yang telah buat aku sedih, semua orang yang telah buat aku menderita dan semua
orang yang telah membuat pengkhianatan
terbesar dalam hidupku.
Andai
aku bisa membunuh mereka semua, andai aku dapat menusukkan sebuah pisau ke
perut mereka, andai aku dapat menembakkan peluru perak agar menembus jantung
sampai tak berdetak lagi, andai aku bisa membuat mereka sakit hati seperti
sakitnya hatiku dulu. Entah kapan itu akan terjadi dalam hidupku???
Mungkinkah
kalau itu semua terjadi aku akan tenang menatap indahnya kematian yang hitam
dan kelam…..

.jpg)
0 Comments:
Post a Comment