Wednesday, 11 January 2023

Serasa

 


Serasa lelah menunggu dan mengejar waktu, entah apa yang selama ini dikejar selain kenyamanan dan ketenangan. Pada kenyataannya tak ada tempat yang nyaman dan tenang, semua memiliki sisi gelap dan tantangan yang harus ditaklukan.

Aku teringat pada satu dialog bersama kawan dimasa kuliah, karna setiap orang memiliki cita-cita dan target, namun setelah dijalani pada perjalanan kini belum ada yang tercapai walau sudah ditahap yang benar.

Pada dasarnya hidup pasti tidak selalu sendiri, ada jalan dimana tanggungjawab berkeluarga menjadi sedikit dinding pembatas untuk sebuah kebebasan. Sebebas apapun batasan akan terbangun walau tanpa disengaja.

Membelah fokus pada suatu keadaan, memisahkan kepentingan karena sebuah tanggungjawab, menyusun keputusan dan keinginan dalam kesendirian. Serasa ironi dipagi hari, bersembunyi dalam pahitnya kopi, gelapnya kepulan asap rokok dan terhambatnya hasil pemikiran.

Serasa berada dalam bilik kesendirian bila mengingat semua yang sudah dikejar, membagi jalan dalam dua kehidupan yang harus dijalani bersamaan. Merenungi kelelahan dalam malam, menyembunyikan ketidakpuasaan dalam kesunyian, menelaah kembali semua yang tak terkendalikan.

Serasa lelah ....


Continue reading Serasa

Sunday, 8 January 2023

Coretan

Jangan pernah bilang kalo setelah lulus dari kampus manapun ga bisa atau susah dapet kerja, karena banyaknya pengangguran disetiap tahun bahkan pas kamu lagi kuliah sampe lulus ada yang masih nganggur. Jangan takut dengan semua kenyataan itu, karena emang itu semua udah berjalan dari zaman siapapun yang mimpin negeri ini. Eits .. saya ga akan bercerita ataupun beropini tentang negeri ini, tapi saya cuma mau cerita soal susahnya nyari kerja waktu abis lulus atau singkat ceritanya males cari kerja karena tau susah dapet kerjaan.
Mulai sekarang ga ada lagi yang bilang gitu ya, soalnya banyak banget perusahaan-perusahaan yang butuh orang-orang kaya kita, kamu, kalian ataupun sodara-sodara yang ngerasa ga punya skill apa-apa. Banyak banget tempat kerja yang menginginkan sodara, tenang aja. hhehehe
Continue reading Coretan

Monday, 17 January 2022

Coretan Kertas Sobek Part 1

Jauh dari semua cerita yang sudah aku rencanakan sekarang, mungkin harus memutar waktu sampai waktu dimana aku membuat cerita yang lama aku tulis dalam buku tebal kotak-kotak saat aku sekolah SMP.

Lucu kalau harus ingat semua itu, dari mulai aku harus belajar bermain gitar hanya untuk membuat seseorang memperhatikanku. Saat itu aku mulai mendengarkan banyak lagu indie di radio, membeli banyak buku-buku kunci gitar setiap pulang sekolah. Mulai keluar rumah setelah ashar, dan nongkrong didepan lapangan bola hanya untuk belajar main gitar dan bernyanyi setiap lagu dalam buku itu.
Seorang sahabat di masa SMP yang aku tak mau mengenalnya, karena muka yang jutek dan kesan pertama yang buruk aku alami dengan dia. Aku hanya anak laki-laki polos dan tak pernah tau bagaimana suka dengan seorang gadis, mulai tau bagaimana cara agar gadis yang aku suka memperhatikanku dengan baik.
Aku ingat saat itu bukanlah zaman Smartphone seperti saat ini, hanya beberapa orang yang memilikinya dan aku bukan salah satunya. Ingin tertawa bila ingat saat itu, walau pada akhirnya dia yang lebih dulu meninggalkanku dengan semua alasan yang tidak banyak aku terima.
Tapi bukan perpisahan yang akan aku ceritakan sekarang, tapi tentang cinta pertama juga pacar pertama yang sedikit aku rebut perhatiannya dari temanku sendiri.
Berawal dari waktu masuk sekolah SMA, sekolah baru dengan segudang tanda tanya dariku. Bukan tentang sekolahnya, tapi tentang bagaimana hidup diluar asrama. Aku hanya ingat bagaimana celanaku digunting saat MOS (Masa Orientasi Siswa), dan bagaimana aku kaget saat sedang tertawa bersama kawan-kawan yang baru aku kenal tiba-tiba datang orang-orang gila mengaku kakak kelas menendang pintu kelas dengan keras dari luar. Kemudian marah-marah dengan tidak karuan, gila kan???
Continue reading Coretan Kertas Sobek Part 1

Monday, 3 January 2022

Pagi, Kopi dan Buku

 Selamat pagi malam disana ..

Mungkin aneh ucapan diatas, tapi malamku memang ada ditempat jauh, dan yang aku ingat kalau sebuah lampu yang aku simpan tidak berada didekat tempat tidurku. Lampu malam yang ku lukiskan namanya, aku simpan didekat tempat tidurnya, namun kini tak menemaninya tidur.

Tidak apa-apa, karena cerita tak seharusnya serupa dengan catatan dalam buku yang setiap malam ditulis bersama dengan nyanyian pengantar tidur. Tenang saja karena tidak ada waktu yang akan membuat semuanya sama lagi, hanya catatan yang tidak terhapus dan tetap disimpan untuk dibaca saat pagi.

Pagi ini ada kopi sisa semalam, teman yang sudah kelelahan menemani rintik hujan yang tak habis sampai matahari akan menggeser tempat bulan. Setengah gelas yang akan aku habiskan dalam satu tulisan kerinduan pada malam.

Mungkin pagi ini begitu melow, ditemani angin dingin yang berhembus dari bukit disana, mengantar banyak kata rindu yang berat untuk aku tumpahkan pada banyaknya kesedihan. 

Kemudian aku mulai berhenti menulis, dan membaca buku yang ku tulis dengan cerita tanpa akhir yang pasti. Mudah menulisnya, namun berat untuk membacanya lagi. Terlalu manis untuk dicampur dengan kopi, dan terlalu dingin untuk terus digenggam oleh rindu.

Continue reading Pagi, Kopi dan Buku

Tuesday, 28 December 2021

Pilihan Cerita Darimu


Hal sederhana yang belum kamu tahu dari semua perjalanan yang pernah kita lewati, hanya hal sederhana saat kamu tidak mampu melukai perasaan orang untuk lebih memilihku. Semua hal yang telah kita lalui bahkan sudah banyak menanggung resiko, namun untuk mengambil resiko yang lebih besar tidak membuat kamu mampu sampai sejauh itu.

Malam itu, kamu lebih memilih diam dan tak berkata apa-apa walaupun melihat diriku didepanmu dengan semua keyakinan yang akan terjadi nanti. Waktu berlalu sangat cepat pada malam itu, dan kamu pergi meninggalkanku dengan senyuman. Bukan seperti itu yang aku mau, mohon diam dan duduk dihadapanku lebih lama lagi bila tak akan menemuiku lagi.

Sedikit lebih lama dari biasanya untuk menemaniku menghabiskan kopi ini, aku belum sanggup bila hanya kepulan asap dari semua kenangan itu yang harus menemaniku hingga larut. Haruskah kita saling berdiam dan secara tidak sengaja menyakiti diri kita sendiri, temani aku sedikit lebih lama lagi karena tak akan ada cerita setelah ini.

Aku pernah tahu akan ada kisah dimana setiap malam untuk mengingatmu hanya ditemani secangkir kopi dan kertas buram, tak akan habis aku tulis semua cerita yang pernah kita jalani. Cerita yang sangat beresiko bagimu dan berpengaruh bagiku bila tak bisa terus menjadi yang pertama bagimu.

Semakin malam aku semakin tak ingin membiarkanmu pergi, walau kopi ini tak kunjung menjadi dingin namun rasaku semakin tak memiliki harapan untuk menahanmu pergi. Aku tahu kamu berusaha untuk memberikan semua pilihan cerita terbaik setelah kamu pergi, namun itu semua bukan sebuah pilihan untukku. Kamulah pilihanku dari pertama aku menemukanmu, namun pada akhir ceritamu adalah aku bukan pilihanmu.

Harusnya tak ku maafkan semua harapan yang kamu beri dalam cerita ini, namun aku hanya bisa bergumam dalam hati bila tak akan mungkin lagi memilikimu seperti saat ini. Cerita yang mulai aku buat dalam setiap senyuman, marah dan diammu tak pernah menjadi sebuah buku ataupun catatan yang akan terbuang.

Sesederhana itu kamu memilihkan cerita yang membuat aku tenggelam dalam lautan tinta, dan kamu hanya meninggalkan sebuah pena untuk terus ku rangkai cerita yang tak pernah akan terjadi.

Harusnya aku tak pernah memaafkanmu …

Continue reading Pilihan Cerita Darimu

Tuesday, 24 November 2020

Hanya Cerita Biasa

Jauh dari semua cerita yang sudah aku rencanakan sekarang, mungkin harus memutar waktu sampai waktu dimana aku membuat cerita yang lama aku tulis dalam buku tebal kotak-kotak saat aku sekolah SMP.
Lucu kalau harus ingat semua itu, dari mulai aku harus belajar bermain gitar hanya untuk membuat seseorang memperhatikanku. Saat itu aku mulai mendengarkan banyak lagu indie di radio, membeli banyak buku-buku kunci gitar setiap pulang sekolah. Mulai keluar rumah setelah ashar, dan nongkrong didepan lapangan bola hanya untuk belajar main gitar dan bernyanyi setiap lagu dalam buku itu.
Seorang sahabat di masa SMP yang aku tak mau mengenalnya, karena muka yang jutek dan kesan pertama yang buruk aku alami dengan dia. Aku hanya anak laki-laki polos dan tak pernah tau bagaimana suka dengan seorang gadis, mulai tau bagaimana cara agar gadis yang aku suka memperhatikanku dengan baik.
Aku ingat saat itu bukanlah zaman Smartphone seperti saat ini, hanya beberapa orang yang memilikinya dan aku bukan salah satunya. Ingin tertawa bila ingat saat itu, walau pada akhirnya dia yang lebih dulu meninggalkanku dengan semua alasan yang tidak banyak aku terima.
Tapi bukan perpisahan yang akan aku ceritakan sekarang, tapi tentang cinta pertama juga pacar pertama yang sedikit aku rebut perhatiannya dari temanku sendiri.
Berawal dari waktu masuk sekolah SMA, sekolah baru dengan segudang tanda tanya dariku. Bukan tentang sekolahnya, tapi tentang bagaimana hidup diluar asrama. Aku hanya ingat bagaimana celanaku digunting saat MOS (Masa Orientasi Siswa), dan bagaimana aku kaget saat sedang tertawa bersama kawan-kawan yang baru aku kenal tiba-tiba datang orang-orang gila mengaku kakak kelas menendang pintu kelas dengan keras dari luar. Kemudian marah-marah dengan tidak karuan, gila kan??? Walau pada akhirnya kesepmatan menjadi orang gila seperti itu aku pilih pada waktu yang akan datang.
Banyak hal yang datang pada waktu itu, bukan hanya seberkas coretan yang terangkum namun banyak yang membuat hal-hal konyol yang menciptakan kondisi dimana aku harus membentuk siapa diriku ini. Kembali pada cerita dimana aku menemukan seorang teman yang menjadi cinta pertama, tidak banyak yang tau kapan aku mulai bersama dan tidak banyak yang tau kapan aku mulai menghindar dari cerita yang menyenangkan itu. Hanya gara-gara Nokia 6600 yang hilang, sampai hilang semua jejak cerita yang sudah aku susun rapi pada saat itu.
Hobiku hanya mendengarkan curhatan orang dari radio, dan lalu sering mengaplikasikan dalam kehidupan pribadi. Dari cara berkomunikasi sampai cara berdiplomasi. Aku rasa tidak ada yng mudah dalam membentuk diri, banyak hal yang terlalu rumit untuk dipelajari. Menjadi orang yang selalu diperhatikan, juga menjadi orang yang terlalu ingin dikagumi. Berbagai cara dilakukan, dari mulai menyusun karakter sampai membaca buku-buku novel yang aku beli di toko buku waktu itu.
Bila banyak pertanyaan mengapa pada saat ini aku menjadi orang yang sedikit menyebalkan, bahkan seringkali membuat banyak orang kesal. Maka aku tak heran, karna tidak semua orang tau seperti apa perjalanan yang setiap orang lalui, tidak instan begitu saja.
Continue reading Hanya Cerita Biasa

Wednesday, 30 October 2019

Simulasi Sidang Sederhana













Pengetahuan tentang Persidangan dan Materi singkat tentang praktek  persidangan yang biasa digunakan dalam organisasi kemahasiswaan atau pelajar.
Materi ini pertama dipublikasikan pada acara Kegiatan Calon Anggota Penerus (Kecap) 2019 HIMMAKA Bandung.
Bila terdapat kekurangan atau kesalahan mohon maaf dan tulis dikolom komentar, terimakasih
Semoga bermanfaat
Continue reading Simulasi Sidang Sederhana

Saturday, 22 June 2019

, ,

Selamat Pagi Rindu

Langit kita masih gelap, langit shubuh yang masih belum bisa membangunkan kita dari mimpi yang selalu kita tunggu kapan berakhirnya. Mentari masih berada di sisi bumi yang lain, masih berkeliling memberi cahaya agar tak selamanya gelap itu indah. Udara dingin ini masih selalu ku rasa saat aku tak pernah tahu kapan akan memelukmu lagi seperti sore itu, dibawah tumpukan atap jerami dengan ditemani teh hangat juga kopi diantara tangan kita berdua.
Langitku masih gelap, hanya cahaya bulan yang mulai perlahan menghilang bisa kulihat denga jelas saat bulan meninggalkan sisa harapan yang mungkin tak akan bisa lagi aku gapai. Mengingatmu bila memandang lampu malam itu membuat ku merasa kau sedang memandang bagaimana aku selalu merindukanmu setiap malam menjelang ku tutup mata ini. Aku merasa lega bila kau ditemani lampu itu, entah aku simpan banyak rasa rindu disana agar selalu kau nyalakan saat langit mulai gelap. Kemudian kau nyalakan untuk kau buat menjadi teman selama kau tidur, agar tak ada yang menghampiri mimpimu selain aku yang berada di tempat jauh.
Langit yang aku pandang sekarang, tak ada bedanya dengan langit yang akan kau lihat beberapa waktu kemudian. Langit penuh harapan dengan banyaknya namamu yang selalu aku titipkan dalam setiap laguku, dengarkan siulan angin yang tak sengaja masuk ke jendela kamarmu disana maka aku mencoba memetikkan jemari ku dalam alunan nada gitar lagu kesukaanmu.
Aku rindu,
Selamat pagi rindu ..
Lama rasanya tak menyapamu seperti waktu dulu, tak terasa rinduku terbawa angin besar sampai kesini. Semoga kamu teringat pada seorang yang terus menyimpan rindu yang sangat besar di tempat jauh, seribu mata sayu memandang ke labit shubuh yang masih malu menunggu matahari datang dan masih mengijinkanku untuk melihat rinduku.
Sudah lama tak ada secangkir teh hangat sore diantara meja kita, namun aku tetap dengan kopi hitam dan rokok hitam yang bersandar pada sebuah asbak, kemudian asap mengepul terurai pada lampu yang tergantung indahnya dilangit-langit cafe. Masih menunggu malam dalam hujan rintik yang belum usai, masih banyak pesan yang belum ku sampaikan isyaratkan rindu yang dalam kepadamu. Jangan reda dulu hujan sampai aku katakan semua itu, jangan dulu habis kopi hitamku sampai aku habiskan rindu yang tak pernah habis ini, karena aku tak mau berkedip walau sebentar tidak mau melihatmu.
Boleh aku menuliskan namamu dalam selembar kertas menu, kemudian aku panggil pelayan kafe untuk memesanmu dalam hidupku. Boleh aku minta kertas menu pada pelayan kafe, agar aku terus bisa mendapatkanmu di setiap hariku. Agar aku tak lelah merindukanmu, memikirkanmu dan membuatmu terus dalam benakku. Aku tulis semua namamu dalam setiap menu dihidupku, rindu telah menghasutku untuk terus membuatmu dalam hatiku.
Boleh aku ajukan pertanyaan untukmu?
Bolehkan aku titip semua rindu sampai kamu merasa rindu itu habis, lalu kamu mengisinya kembali dengan rindu yang lebih besar dariku.

.......
Continue reading Selamat Pagi Rindu

Wednesday, 12 June 2019

Pendendam

ini pernah terjadi saat banyak orang yang meremehkan juga tak pernah percaya. bukan hanya orang jauh yang tak percaya bahkan orang paling dekatpun tak pernah percaya. entah mengapa ku sebut meremehkan namun dengan tidak memberi ruang dan waktu untukku banyak berfikir lebih aku sebut meremehkan kekuatan pikiranku. kemudian mengapa aku sebut tak percaya, karna aku rasa mereka tak percaya dengan seperti apa aku menghabiskan waktu dan mencari cara agar keraguan mereka berbuah penyesalan tak pernah percaya.
aku seorang pendendam, aku rasa bisa membunuh semua jiwa mereka bahkan aku bisa membuat mereka gila dengan semua hasil rasa ketidakpercayaan mereka. beri aku waktu membuat semuanya berjalan sempurna, karena aku adalah orang yang hanya ingin menanggung semuanya sendiri. aku hanya akan membereskan semua masalahku sendiri, bahkan dengan caraku sendiri. itu membuatku puas dengan semua kekuatan yang mereka anggap itu lemah, pada hasilnya mereka akan menyesal dengan semua yang mereka lihat saat aku banyak terdiam.
aku seorang pendendam, aku rasa aku lebih pantas disebut seperti itu. dengan sifatku yang keras, mungkin aku bisa saja membunuh setiap karakter yang ada agar tahu siapa yang lebih berkuasa. aku memiliki masalah yang hanya aku sendiri yang tahu bagaimana menyelesaikannya, karena aku memilih untuk tidak menyusahkan pikiran orang dan menyulitkan langkah untuk menangani semua masalahku.
kalian tinggal duduk tenang, silahkan tertawa dan menunggu aku yang berkuasa. kalian tidak percaya?silahkan nikmati kolam hangat untuk kalian berenang selagi aku mencari cara untuk bisa menenggelamkan kalian.
ingat dan jangan pernah lupa, aku adalah seorang pendendam dan kalian hanya akan menjadi korban atas anggapan yang tidak harus kalian lakukan.
Continue reading Pendendam

Tuesday, 4 June 2019

Curhatan soal notif

Sekilas suka inget sama yg udah lewat, ada juga yg ngingetin kalo waktu paling berat itu di tahun pertama. Ternyata kalo dirasa yg bikin berat itu pas hari raya, fix oke hari raya yg terbiasa banyak notif uang segar masuk sekarang ga ada. sedih?cuma perasaan itu mah..
sebenernya lebih nikmat tanpa semua notif itu, udah ga banyak tanya lagi itu "syubhat" atau bukan. toh Alloh udah ngasih rezeki yg banyak sejak memutuskan berpisah, Alhamdulillah ga banyak beban berfikir asal muasal semua notifnya, Alhamdulillah lebih bahagia dari semua org.
maafkan aku yg dulu, ngasih tau ada notif ke istri buat jajan anak dan keluarga tanpa tau kadar ukurannya.
Nuhun gusti, pahit rasa membuka mata dan menutup rasanya dunia dibalas manisnya senyuman keluarga, barokalloh unt waktu yg terus berjalan..
Alhamdulillah udah tau langit itu luas, hamparan bumi itu tak seluas langit .. bahkan seketika inget nanti ada hamparan tanah yg lebih luas dari bumi, akan jadi pengalaman ngantri dengan semua rasa gelisah didada bahkan tanpa kain penutup yg biasa buat bangga.
Udah ga ada notif lagi nanti sama kaya sekarang, kalopun mau disebut notif juga bukan ringtone pesan wa atau sms tapi notif dimana tangan kanan sama kiri yg langsung ngasihtau. Ngeri sih kalo liat youtube ngomongin soal itu, tapi emang bener juga diatas hidup ada kehidupan lain. trus setelah mati bukan ada kematian lain tapi ada kehidupan lain. tapi sebelum kehidupan lain ada antrian lain juga ..
Alhamdulillah Alloh terus kasih harapan, senyuman bahkan pertolongan. Jadi tau rasanya minta ke Alloh, yakin Alloh ngasih saat hati semua pasrahkan ke Alloh ..
Alhamdulillah Syawal tahun ini masih dikasih waktu namatin Ramadhan yg penuh koreksi ..
Continue reading Curhatan soal notif

Wednesday, 1 May 2019

Kamu dijendela yang berbeda

Dua sisi meja kotak yang terisi dua minuman berbeda warna dan bentuk gelas yang sama bedanya membuat satu jalan dalam cerita yang sama, masih dalam sisi dimeja yang sama sampai jam ketiga disore yang sama seperti biasanya.
Terlihat bekas bibir merah digelas putih berisi air teh yang kau favoritkan sejak aku tau siapa wanita dihadapanku, dan aku hanya tersenyum melihat isi cangkirku yang makin dangkal isi air berwarna hitap pekat khas kopi tubruk kesukaanku.
Saat itu ingin aku menulis betapa langkahku mengejarmu membuatku merasa sedikit lelah, ingin sekali ku tuliskan dalam sobekan kertas menu cafe distasiun sore itu. Aku tau kalau perjalanmu akan berbeda arah denganku, sampai saat aku teguk kopi hitam itu aku masih mencintaimu tanpa harus merindukanmu.
Sepertinya jendela kereta yang membuat kamu menjadi berbeda denganku, namun aku masih mencintaimu. Kamu mulai memalingkan wajah manismu ke arah pintu kaca itu, melihat jam dinding yang semakin dekat dengan waktumu berbalik memperlihatkan punggung yang akan aku lihat mulai menjauh.
Ini tak seperti yang pernah kita rencanakan dulu, saat masih dalam satu meja dikantin kampus yang masih sama seperti sekarang warna minumannya. Melihat senyummu saat itu dengan senyummu sekarang terasa sangat berbeda, aku merasa senyumanmu semakin menjauh dari mataku. Sepertinya aku harus terus mencintaimu, walau ditambah dengan kata rindu yang akan ku tulis setiap malam sebelum datang waktu tidurku.
Namun kamu masih saja bisa tersenyum penuh dengan cerita lucu kita selama itu, kamu yang tak bisa terlupa walau hanya sekejap ku angkat cangkir untuk ku nikmat kopi ini. Aku beruntung memilikimu, walau aku harus terus merindukanmu. Kamu masih tetap disini walau berada dijendela yang berbeda sebentar lagi, sepertinya aku harus mengumpulkan banyak tenaga untuk menahan tangisku melihat kamu berjalan membelakangiku mulai saat ini.
Kamu ada dijendela yang berbeda, namun aku hanya memintamu membawa rinduku sampai ke tempat kamu berada nanti. Sempat aku ingin kamu hanya harus pergi ketempat aku pergi, karena jendelaku masih sangat terlalu besar untuk ku sandarkan melihat indahnya langit malam ini.
Kamu gadisku yang berada dijendela itu, jendela yang berbeda dengan jendelaku.
Continue reading Kamu dijendela yang berbeda

Thursday, 27 December 2018

,

Selamat Pagi Bandung


Selamat Pagi Bandung ..
Terkadang aku rindu bangun jam 8 pagi, tak peduli dengan bau badan setelah tidur semalam. Aku rindu saat membuka mata dan mencoba untuk menutupnya lagi, karna yang aku ingan hanya hangatnya kopi limaratusan diwarung sebelah untuk mengantar hariku.
Bandung 2009, pagi yang hampir sama dengan sebelumnya. Hanya berbeda dengan suara notifikasi hape nokia jadul yang tak banyak berdering tak sesering beberapa bulan yang lalu, karna ada yang sudah pergi atau entah aku yang takut bila tak pergi.
Aku rindu Bandung saat itu, bandung penuh dengan catatan yang tak ku mengerti. Penuh dengan tawa teman-teman baruku, berkumpul depan kelas sampai ngopi panas dibawah pohon rindang kampus siang itu. Berdiskusi dengan berbagai macam bahan pembicaraan, bercanda bak seorang penjajah yang menginjak seorang diantara semua yang berkumpul. Ah.. sepertinya sangat merindu mengingat saat itu.
Aku rindu bandung saat itu, udaranya masih sangat dingin dipagi hari, sampai aku tak mau melipat selimut yang memelukku semalaman. Bagaimana tidak, aku sedikit bodoh saat aku memeluk diriku sendiri setiap malam karna merasa bingung tak ada orang yang harus kupeluk meski hanya sekejap saat aku pergi untuk sejenak. Bukan sebuah penyesalan saat itu, namun keputusan yang membuatku lebih memilih bejalan seorang diri. Alasan kana kakiku masih kuat untuk berjalan sendiri tanpa kuda mesin seperti saat ini, berjalan tersenyum menjemput canda dan tawa diatas kursi meja warna putih nanti.
Hamparan kemacetan jalan, sejauh mata memandang memisahkan Bandung Majalengka yang tak tau apa yang ingin diharapkan. Berusaha kembali menuntun banyaknya cerita disetiap jalan, menyusun kembali cita yan belum sampai tercapai sampai saat itu. Bandung pagi 2009, tak menemukan keinginan yang aku harap saat pagi membuka mata.
Bandung, aku rindu bangun jam 8 pagi dan tertawa ditengah rumah menonton serial spongebob sembari menikmati kopi limaratusan dan rokok kretek hasil patungan. Aku rindu kepulan asal berisi candaan dan obrolan soal organisasi, merasa paling polos dalam diri dan menjadi pemerhati seolah menjadi orang yang sangat peduli.
Aku rasa aku rindu hanya menulis bersama lembaran kertas polos nan bergaris, menunjukan begitu alami apa yan aku tulis dengan tulisan tangan seorang laki-laki yang banyak memiliki impian disetiap pagi hari.

Continue reading Selamat Pagi Bandung

Sunday, 9 December 2018

, ,

Catatan Pagi Untuk Mimpi

Rintik hujan diatas bukit malam ini, bolehkah aku berdialog dengan tumpukan kayu bara yang masih tersisa bekas api unggun petang tadi. Ingin ku ceritakan seberapa tinggi rasaku mencapai ati seorang wanita yang kembali setelah lama menghilang.
Ia berjalan diantara embun pagi yang tertimbun diatas dedaunan pagi nanti, tak ingin aku pejamkan mata agar aku bisa terus menyambut datangnya kabut pengantar embun. Gerimis manja temaniku didalam tenda kecil penuh harap esok ia menerima rasaku, merasakan rindu yang terus membesar selama ia menghilang. Aku masih menunggu sampai ia mengenaliku lagi, walau ku tutup diri ini dengan seberkas masa lalu yang tak pernah terhapus dalam ingatan tentangnya.
Mimpiku sempurna tak seperti semua khayalanku tentangnya, terbangunku dalam lamunan senyum yang lama sudah tertimbun dalam imajinasi yang menghanyutkanku. Kamu tak perlu mengenal siapa ku, karena aku akan selalu membuatmu mengenal siapa pemuja rahasia yang kau tinggalkan beberapa waktu yang lalu.
Kamu masih terus berlari dalam setiap ingatanku, aku hanya ingin kau mulai berhenti lalu menyandarkan lelahnya diri pada pangkuan ingatanku tentangmu. Bisakah kau mulai tinggal dalam tatapanku setiap pagiku,  agar aku tak perlu mencari cantik wajahmu dalam memori lamunanku.
Wahai mimpiku, mengapa kau terlalu indah untuk aku genggam dalam setiap kedipan mataku. Sudikah kau menggenggam semua mimpiku tentangmu, kemudian membungkusnya dengan cerita pagi saat aku buka mata dan meninggalkan semua mimpi yang akan menjadi hidupku. Menunggu pagi datang untuk bicara tentang semua cerita kita esok, cerita dimana kau dan aku tak hanya berada dalam mimpi tapi memulai semua dalam dialog pagi.
Mari ceritakan pagi dengan berdialog denganku tentangmu yang akan selalu jadi pagi siang senja juga malamku, aku mimpikanmu selalu menjadi catatan dipagi hari dan malamku. Aku memimpikanmu melebihi semua mimpi indahku.
Mari berlari keatas bukit yang tak akan banyak orang coba daki, supaya aku tetap bisa menunjukanmu tentang lampu malam diatas bukit ini. Agar tak usah kita melihat keatas untuk tatap bintang, hanya menunjuk kebawah melihat cahaya bak bintang malam dibawah bukit malam ini.
Mari berhenti berlari dan bersandar pada dialog kita malam ini, berceria tentang langit malam yang tak akan menggantikan cahaya rindu kita.


Continue reading Catatan Pagi Untuk Mimpi

Tuesday, 4 December 2018

Segelas Coklat Panas

Segelas coklat panas ditambah kepulan asap rokok kretek menari bersama jemari yang tak kunjung mendapat ide, harusnya aku bernyanyi namun apa kata satu benang terputus dari tempatnya.
Malam ini tanah basah diselimuti embun yang tak pernah datang sejak dulu, angin dingin berhembus hanya sesekali untuk memberitajuku bahwa malam telah datang. 
Aku memilih coklat panas malam ini, memilih yang lebih manis dari kopi yang biasa ku teguk setiap malam. Jemariku sedang tidak bersahabat untuk bercerita, walau hanya sedikit berceritapun tak kunjung tertulis. Entah ada apa dengan saraf otak yang menghubungkan pada semua jemari ini, mungkin aku sedang dalam perjalanan ke ujung dunia dalam khayalanku. 
Ku kepulkan asap rokok yang sedari tadi aku hisap, kuhempuskan warna putih yang teramat berat bercampur dengan dinginnya malam ini. Aku sedang dalam mode senyap, dan hampir tak mau berbicara dengan siapapun. Aku sedang dalam mode pesawat yang ku sembunyikan semua pikiranku agar tak ada satu kata dari orang lain masuk kedalam file dalam memoriku.
Sepertinya aku kehabisan ide, semua ideku terasa bersembunyi dibawah alam sadar yang ketakutan utnuk mengungkapkan berbagai cerita. 
Aku sandarkan diri ke arah kursi tak berkaki, aku tatap lampu malam diluar mimpi. Aku belum bisa berfikir tentang semua kejadian yang orang tahu, mungkin jariku tak sebebas dulu untuk menarik membuat cerita dan sajak yang begitu luas maknanya. 
Sempat aku bertanya pada cermin, untuk menyisipkan setiap cerita yang aku dengan untuk ku jadikan ide. Dan cermin hanya tersenyum melihatku kebingungan, namun ia menatapku dengan tajam selagi aku ketakutan dengan apa yang ingin aku hasilkan dalam ideku.
Disini tak sama seperti disana, aku orang yang bebas dan tak terikan apapun disini. Semua bisa aku tulis tanpa harus takut pada apa yang aku jalani, karena aku menjadi orang bebas dengan semua alasanku untuk menjadi sebebas-bebasnya seorang manusia yang tak kunjung mendapat ide.
Coklat panas dan kepulan asap ini tak kunjung memberikanku ide yang aku mau, kemudian aku tutup mata dan aku akan ceritakan sedikit ceritaku walapun hanya sedikit.
Aku sedang menunggu hujan agar bersenandung untukku, lalu memberikanku setetes ide untuk ku bagi malam ini.

Continue reading Segelas Coklat Panas

Saturday, 1 December 2018

,

Sedikit Bercerita, hanya sedikit.

Ingin bercerita, walau hanya sedikit bercerita.
Kini sering kali disetiap pagi aku dengar jeritan anak kecil yang tak membiarkanku keluar rumah, walau hanya ingin mengeluarkan kendaraan roda dua itu.
Begitu tak mau aku tinggalkan walau hanya sejenak, padahal dulu sering sekali aku tinggalkan untuk waktu yang lama untuk pergi bekerja. Bahkan 5 hari sampai 6 hari dalam seminggu sering sekali aku tak bertemu dengannya, karena sebelum matahari terbit ia belum membuka mata dari tidur dan setelah langit menjadi gelap ia sudah tertidur lelap.
Dulu aku sempat khawatir ia tak mengenaliku seutuhnya, karena setiap hari hanya ditemani oleh sosok ibu yang terbaik dalam hidupnya. Kini aku mulai tersadar begitu merugi waktu yang dulu aku habiskan untuk menempuh perjalanan yang jauh, sedangkan ada seorang anak yang hampir tak mengenali siapa ayahnya.
Setiap waktu libur, aku sempatkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tak kunjung selesai sesuai ekspektasi. Mengesampingkan keluarga hanya untuk alasan bekerja untuk masa depan keluarga, dan membuat berbagai alasan untuk menyelesaikan kewajiban yang melibatkan pekerjaan orang lain yang tak pernah diselesaikan.
Begitu banyak angin yang sudah ku tembus saat itu, perjalanan pagi 26km yang melibatkan waktu hampir sejam lebih dan melewati beberapa titik kemacetan di Kota Kembang. Aku lewati berharap tidak hanya pada hasil bekerja yang baik setelah menghabiskan waktu, namun juga berharap pada perhatian semua orang bahwa aku tak pernah pantang terhadap rasa lelah juga rasa sakit. 
Siapa yang pernah bilang aku tak punya rasa lelah?aku tak pernah sakit?aku tak pernah berniat bolos bekerja?
Aku pernah merasa aku tak terlalu hebat dalam setiap hal yang berhubungan dengan pekerjaan, aku hanya punya modal untuk merasa percaya bahwa aku akan menjadi orang yang bisa memegang kepercayaan orang lain kepadaku. Ingin aku seperti orang lain, tak masuk kerja karena merasa tak enak badan. Namun bukan aku bila mengalah pada perasaan yang mengalahkan kekuatan pikiranku untuk tetap loyal bekerja, karena aku bukan siapa-siapa diantara semua orang disana. 
Semoga banyak orang yang tak setuju dengan ceritaku ini.
Continue reading Sedikit Bercerita, hanya sedikit.

Friday, 21 September 2018

hujan tak sempat ku sambut

Hati ini, udara tak menentu dan matahari tak nampak dengan teriknya panas seperti hari-hari biasanya. Angin tak berhembus kencang, hanya serpihan debu dari jalan yang mengubah warna lantai menjadi buram. Langit tak terlihat cerah seperti biasanya, seperti pucat bak sedang didera kesakitan. Aku tak tahu mengapa langit sangat pucat, akupun tak tahu apa langit bisa merasa kesakitan. Awan sejak pagi tadi hampir sembunyikan seluruh bagian cahaya lampu langit, apakah akan turun air langit yang dinanti sejak kemarin?
Bola mataku bergerak keatas dan kebawah, ingatan berkecamuk dalam angan mengingat kembali tanda air turun dari langit. Semakin siang semakin tak ada cahaya, sampai pada waktunya panggilan sang maha kuasa untuk bersujud pada-Nya. Tiba-tiba cahaya siang itu begitu menyengat, sinarnya begitu liat bak menelanjangi seluruh tubuh yang tertutup kain. Sepertinya tak jadi turun hujan..
Teriknya matahari menembus bagian saraf-saraf lalu membuat mataku lelah menahan panasnya lampu langit itu, terpejam sejenak dalam anganku yang tersiram oleh air langit yang tak kunjung datang.
Angin meniupkan udara yang tak biasa kurasa, keringat berhenti mengalir dari kening yang terus basah sejak tadi. Gerimis air turun perlahan, angin dingin mengantar riak air keatas dedaunan. Rumput-rumput mulai bergoyang menyambut nada hujan yang akhirnya menyapa keringnya bumi, hujan kau anugerah dari Sang Pencipta.

Continue reading hujan tak sempat ku sambut

Wednesday, 19 September 2018

,

Depresi untuk air hujan

Hari itu langit terasa lebih panas dari biasanya, angin lebih kencang dai biasanya, bahkan awan lebih putih dari biasanya. Aku tak melihat ada gelagat air tuhan turun kebumi, entah musim kemarau memang air belum sempat turun kebumi. Angin tetap mengarahkan sebuah layangan yang terikat oleh benang dari bawah bumi, berbelok dan naik terus keatas seiring panjangnya benang dari bumi. Layangan masih begitu asik terikat oleh panjang benang itu, bahkan layangan hanya menuruti tarik ulur dari bumi. Angin meniup layangan sangat jauh, menarik sampai keatas bak menembus awan yang tak pernah akan bisa ditembus.
Siang itu, aku tak melihat ada cahaya walau matahari begitu teras menyengat tubuh dengan panasnya sampai senja tiba. Awan masih asik berjalan-jalan mengarungi luasnya langit, tak berubah warna walau matahari sesekali tertutup olehnya. Tak bosankah awan hanya berwarna putih bak kapas yang tak terkotori debu, tak terpikirkah oleh mu awan bila kau berubah warna maka bumi tak segersang siang ini. Aku rindu bebauan tanah yang khas saat kau antarkan air dari tuhan, dedaunan yang basah juga rerumputan yang semakin segar terbasahi tetesan-tetesan air dari dedaunan.
Aku tak pernah punya kekuatan untuk berdialog dengan matahari yang tetap terang disiang hari, walau dengan 4 buah mataku ini. Saat kening terus mengeluarkan keringat menanti air itu turun, sampai mataku memerah menanti air itu tak kunjung turun menghampiri bumi yang kering ini.
Senja itu aku mulai bosan melihatmu langit, karna tak kau rubah warnamu menjadi hitam legam seperti saat itu. Aku rindu air turun menetes diatas kepalaku, menetes bagai memberikanku cerita baru untuk ku tulis tentangnya. Selama itu ku tulis cerita tentang bagaimana bahagianya berdialog dengan hujan walau dibalik jendela yang berembun karna dinginnya air turun.
Wahai bumi, betapa depresinya dirimu tak pernah disapa hujan selama ini. Bila kau memiliki rasa, mungkinkah kau merasa tak nyaman dengan tanahmu yang terlalu lama kering. Rumputmu yang semakin lama menguning tak hijau seperti saat hujan. Bumi coba teriak pada teriknya matahari dilangit sana, tak terdengarkah olehnya begitu keras teriakanmu.

Continue reading Depresi untuk air hujan

Friday, 14 September 2018

Mata

Manusia dibekali beberapa indera agar bisa membedakan satu dengan yang lainnya, salah satunya mata yang membuat kita bisa melihat dan memilah yang harus dipikih dan yang tidak.
Pertanyaannya, apa semua yang dilihat bisa dipilah?atau dipilih? jawaban saya bisa, namun dengan berbagai versi manusia karena pada akhirnya manusia berfikir untuk tahu apa yang harus dipilih.
Kita memilih karena kita sudah melihat dengan mata apa yang harus dipilih, bahkan kebanyakan orang sangat luar biasa dengan bisa melihat dengan hatinya, Apa hati bisa memilih? saya jawab bisa, entah kenapa bisa tapi saya biasa memilih bila mata tak sanggup memilih pada batasan tertentu.
Berbagai penglihatan dan juga berbagai kejadian membuat semua orang mulai melihat dengan mata sesuatu yang harus mereka tentukan, bisa dengan mata telanjang atapun dengan berbagai penglihatan yang berhubungan dengan perasaan.
Contoh, memilih sekolah mana yang harus dipilih untuk melanjutkan masa pembelajaran. Orang ada yang melihat dengan mata karena sekolah A pakaiannya lebih rapi, baik dan perilaku keseharian disekolah lebih menyenangkan. Dengan mata mereka seolah-olah bisa membayangkan betapa senangnya sekolah di sekolah A. Tapi ada juga sebagian orang yang melihat dengan hatinya, karena melihat dengan mata memiliki batasan merasakan perasaan orang-orang yang sudah bersekolah disana. Maka bisa untuk memilih tidak sekolah disekolah A, karena hati merasa tidak nyaman dengan beberapa pengalaman yang dirasakan orang-orang disana.
Mata bisa melihat berbagai macam hal, orang melihat dengan mata dapat menyimpulkan siapa yang ia lihat walaupun hanya dengan mata. Orang bisa dengan cepat menyimpulkan siapa yang ia lihat sekilas, namun belum bisa merasakan dengan baik orang yang ia lihat. Maka hati yang mulai merangsang matanya agar lebih mendalami penglihatan terhadap orang yang sekilas dilihat. dont judge the cover, mungkin seperti itu kalau saya tidak salah.
Memilih pemimpinpun bisa dilakukan dengan mata, bahkan tanpa bantuan hati atau perasaan. Saat melihat si A dengan badan yang tegap maka orang langsung bisa tau Si A bisa memimpin dengan baik, karena saat melihat Si B yang terlihat penampilannya tidak kebih dari Si A maka orang tidak tertarik padahal bisa saja sebakiknya.
Maka melihat tak hanya dengan mata, tapi juga harus dengan berbagai cara dengan mata sebagai pendukung yang valid. Sebut saja bila kita membuat Kartu Kuning di disnakertrans, coba anda buat kartu itu dan fahami dengan baik mata anda salah melihat atau tidak. Mengapa dengan Kartu Kuning? karna saya sedikit kaget dengan kartu tersebut, kartu tersebut memiliki banyak makna dan pertanyaan. Pernah mekihat wasit dalam sepak bola menghukum pemain dengan Kartu Kuning? nah itu benar Kartu Kuning, dan apa masalahnya dengan Kartu Kuning yang satu ini? karna Kartu Kuning ini tak berwarna kuning. Lalu saya mulai melukai mata saya dengan kicauan hati bahwa apa yang kita lihat tidak selamanya harus kita yakini, karna warna tak selamanya berwarna.

Continue reading Mata

Thursday, 13 September 2018

Apa itu Angin

Angin adalah aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.

Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.

Gradien barometris
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
Letak tempat
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.
Tinggi tempat
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
Waktu
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.

Angin lautSunting
Angin laut (bahasa Inggris: sea breeze) adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari kira-kira dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 di daerah pesisir pantai. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut. Angin laut ini terjadi pada siang hari. Karena air mempunyai kapasitas panas yang lebih besar daripada daratan, sinar matahari memanasi laut lebih lambat daripada daratan. Ketika suhu permukaan daratan meningkat pada siang hari, udara di atas permukaan darat meningkat pula akibat konduksi. Tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin. Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga menyebabkan terjadinya angin laut, dimana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan. Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi.[1]

Angin daratSunting
Angin darat (bahasa Inggris: land breeze) adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00 di daerah pesisir pantai. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana. Pada malam hari daratan menjadi dingin lebih cepat daripada lautan, karena kapasitas panas tanah lebih rendah daripada air. Akibatnya perbedaan suhu yang menyebabkan terjadinya angin laut lambat laun hilang dan sebaliknya muncul perbedaan tekanan yang berlawanan karena tekanan udara di atas lautan yang lebih panas itu menjadi lebih rendah daripada daratan, sehingga terjadilah angin darat, khususnya bila angin pantai tidak cukup kuat untuk melawannya.[2]

Angin gunung dan angin lembah
Angin gunungSunting
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang terjadi pada malam hari.

Angin lembahSunting
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang biasa terjadi pada siang hari.

Angin fohnSunting
Angin fohn (angin lokal, angin terjun, angin jatuh) (bahasa Inggris: foehn wind) adalah angin yang terjadi seusai hujan orografis. Angin yang bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan orografis. Angin fohn bisa berlaku misalnya di Kepulauan Biak dan Eropa tengah dan Eropa selatan. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubuhnya terhadap serangan penyakit.[butuh rujukan]

Angin MusonSunting
Angin Muson (bahasa Inggris: monsoon) adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Biasanya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.

Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia.

Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga di Indonesia terjadi musim penghujan. Musim penghujan meliputi seluruh wilayah indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. makin ke timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.

Pada bulan April-Oktober, matahari berada di belahan langit utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari australia menuju asia.

Di indonesia terjadi angin musim timur di belahan bumi selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu di indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat sumatera, sulawesi tenggara, dan pantai selatan irian jaya.

Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut musim pancaroba (peralihan), yaitu musim kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan musim labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu : Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat.

Angin Munson dibagi menjadi 2, yaitu Munson Barat atau dikenal dengan Angin Musim Barat dan Munson Timur atau dikenal dengan Angin Musim Timur

Angin Musim BaratSunting
Angin Musim Barat/Angin Muson Barat adalah angin yang berhembus dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.

Angin ini terjadi antara bulan Oktober sampai bulan April di Indonesia terjadi musim hujan.

Angin Musim TimurSunting
Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau. Terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus, dan maksimal pada bulan Juli.

sumber id.m.wikipedia.org

Continue reading Apa itu Angin

Tuesday, 11 September 2018

Organisasi bukan tentang kemampuan

Kamu Manusia? maka kamu berfikir dan tahu apa yang akan terjadi setelah lelah berfikir. Apa yang akan dilakukan setelah berfikir? sepertinya bertindak atau hanya diam, itu pilihan setiap orang.
Organisasi, kata orang butuh seseorang dengan kemampuan yang baik agar organisasi tetap berjalan. Organisasi, butuh banyak rang dengan banyak kemampuan agar organisasi tetap berjalan pada tujuan organisasi. Organisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik bila dipenuhi orang-orang dengan banyak kemampuan. Apa benar harus ada kemampuan? sepertinya alangkah baik bila organisasi terdapan orang-orang yang mampu bukan orang yang punya kemampuan.
Namun berorganisasi bukan hanya tentang kemampuan ataupun orang yang mampu, tapi organisasi hanya butuh orang yang mau untuk tetap berorganisasi. Mengapa harus orang yang mau? ya karna orang mampu tidak sepenuhnya memiliki kemauan mengatasi masalah dalam organisasi, lalu orang dengan kemampuan yang baikpun tidak bisa bila dia tidak mau. Kemudian orang dengan kemauan apa mampu mengatasi berbagai masalah yang terdapat pada organisasi, sepertinya tidak namun orang dengan kemauan ini akan berubah menjadi seorang dengan kemampuan yang lengkap karena dia mau menjadikan dirinya seorang yang menggali potensinya dalam berorganisasi.
Pernah ada orang yang dia jelas sangat mampu, tapi dia tidak mau karena dia takut gagal atau sederhananya lelah untuk mengatasi berbagai dinamika organisasi. Orang seperti itulah orang yang akan membuat lamban dalam mengatasi dinamika, akankah orang bergerak bila terus diselimuti rasa seperti itu? sepertinya tidak, coba lipat selimut itu lalu mulai berpakaian dengan pakaian yang bergambar "saya mau dan siap".
Organisasi itu sesuatu yang sederhana, dan bisa terus bernafas dengan kesederhanaan. Tidak perlu memberatkan hati dengan berbagai ekspektasi yang terlalu tinggi, karena bila hati tak tergerak dengan kemauan maka organisasi hanya bergerak dengan angan-angan saja. Lalu apakah seorang organisator tidak harus memiliki angan-angan? seorang organisator harus memiliki angan-angan agar dia mau bergerak untuk angan-angan tersebut untuk tidak diam saja.
Hayu dulur...
Diam dalam kemampuan yang baik tidak menjadi jaminan kita akan berubah jadi orang yang luar biasa, jangan sampai kita dikenal menjadi seorang penonton terbaik karena tidak bergerak dan hanya melihat orang lain berkembang. Karena berorganisasi bukan hanya tentang kemampuan, tapi tentang siapa yang memiliki kemauan.

Continue reading Organisasi bukan tentang kemampuan